Cerminan Hati


Ketika sedih dan ketika tidak ada teman yang mau mendengarkanku, aku belajar untuk menikmati keadaan, salah satu caranya adalah melakukan dialog dengan hati kecil, sebuah ruang kecil dalam diri yang Allah karuniakan, sebuah ruang kecil yang banyak mengajarkanku untuk lebih menghargai hidup serta mengingatkan padaku untuk senantiasa belajar mencintai Allah dan Rosulullah tanpa syarat dan ragu, di kala lapang dan sempit…

Suatu hari, aku terserang virus merah jambu, aku jatuh hati pada seorang pria dalam buku (istilah pria yang dikaruniai kelebihan Allah baik segi iman, ilmu maupun fisik yang baik) yang membuatku gak tenang, entah kenapa tiba-tiba aku berjalan mendekati cermin di kamarku, aku melihat bayanganku di cermin, sebuah wajah dengan sebuah senyuman memandangku dengan penuh kasih sayang, itulah sinar dan bayanganku.

Gadis kecilku kenapa kau bersedih,“ tanyanya.

Dee… biasalah aku terserang virus merah jambu.." jawabku polos.

Huffff."

Sayangku… jika engkau bersedih ingatlah Allah, kembalilah pada tujuan awal dan akhir dari sebuah pengharapan, apa benar pria tersebut yang kau harapkan dalam hidupmu, atau sekedar keinginan…"

Sesungguhnya kau tertipu dengan apa yang kau inginkan sayang…"

Kebaikan yang dimiliki pria tersebut adalah titipan Allah, jika Allah berkehendak bisa saja Allah mengambil karunia tersebut, kapanpun Allah mau, jika karunia tersebut diambil apa kau masih mencintainya, jangan terperdaya, jika mencintainya, do’akan kebaikan untuknya agar yang dia miliki bisa menambah bobot kebaikan di bumi ini, dengan itu cintamu tumbuh dalam bentuk yang lain, mungkin dia tak pernah tahu akan do’a tersebut, namun cukuplah Allah yang menjadi saksi cintamu kepadanya…"

Jika Allah menakdirkan kau dengan dia, insya Allah akan ada sebuah jalan yang akan membawamu untuk dekat dengannya, dan memudahkan cinta kalian serta menyatukan dalam bobot kebaikan bernama pernikahan, tugasmu sekarang adalah bagaimana engkau menjadi muslimah yang kaffah, yang bermanfaat bagi kehidupan…"

Lagi pula ketika ada pria dalam buku, tak hanya kau yang berharap mendapatkan cinta dari pria tersebut, mungkin 1000 gadis juga mengharapkan hal yang sama denganmu, jika pikiranmu terfokus padanya (untuk memilikinya) kau telah menjadikannya thoghut di hatimu, jika kau melepaskannya karena Allah, insya Allah kau akan mendapat cinta yang lebih besar yakni Cinta Allah, sebuah cinta yang akan menjagamu dalam lapang dan sempit, sebuah cinta yang tiada akan bisa menghalangi…"

Jika seorang laki-laki itu ibarat bintang di langit, maka Allah tak hanya menciptakan satu bintang di langit, Cinta Allah ibarat langit tanpa batas yang menampung berjuta bintang, jika kau mendapati langit di dalam hatimu, maka sesungguhnya engkau bisa mendapatkan bintang apapun yang kau harapkan di dalam dirimu..

Seorang muslimah ibarat mutiara, awalnya dia hanya sekumpulan pasir halus di samudra luas, namun karena kasih sayang Allah, pasir-pasir itu berubah menjadi sebutir keindahan yang sangat bernilai, yang di namakan takwa, dengan takwa inilah kau akan memahami makna dirimu tercipta di dunia ini…
Sayangku...
Jangan kau sesali jika engkau mencintai seorang hamba, namun jangan sampai cinta tersebut menyebabkan dirimu kehilangan Sang Cinta itu sendiri. Dengan siapapun pria dalam buku tersebut akan mendapatkan pendamping, ingatlah akan satu hal do’akan kebahagiaan dia dan istrinya tersebut karena sesungguhnya istrinya pria tersebut adalah bentuk dirimu yang lain, karena bukannya seorang muslim satu dg yang lain itu bersaudara, kebahagiaannya adalah kebahagiaanmu. Yang terpenting yakinlah jodoh tak akan tertukar dan k au masih mendapati Allah dalam hatimu..

Dinukil dari: http://penulis165.esq-news.com/2011/artikel/11/26/cermin-hati.html?utm_medium=facebook&utm_source=ESQ+News

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel